Debut Jakarta International Championship (JAKIC) 2025. Turnamen yang menjadi bagian dari International Series ini, akan bergulir dari 2 hingga 5 Oktober di Damai Indah Golf-Pantai Indah Kapuk (PIK), menyajikan kanvas persaingan antara 150 pegolf elite internasional dan wakil tuan rumah. Ini bukan sekadar turnamen biasa; ini adalah panggung perebutan tiket menuju liga golf paling elite dunia, LIV Golf League 2026.
Pusat perhatian publik tak diragukan lagi tertuju pada dua bintang yang berlabuh dari LIV Golf: Anthony Kim (USA) dan Ollie Schniederjans (USA). Terutama AK, sapaan akrab Kim, yang kembali mencicipi arena kompetitif setelah menghilang selama 12 tahun. Pegolf berusia 40 tahun, yang pernah menjadi pahlawan AS di Ryder Cup 2008 usai mengalahkan Sergio Garcia, menjalani musim keduanya di jalur profesional.
“Ini merupakan musim kedua saya di arena profesional. Sejak kembali ke arena kompetitif, permainan saya belum stabil dan konsisten,” ujar mantan pegolf No. 6 Dunia ini dengan jujur. “Tapi itu wajar setelah tidak bermain golf selama 12 tahun. Sekarang saya berada pada titik di mana saya merasa lebih nyaman berada di lapangan, dan saya yakin hasil yang bagus ada di depan mata saya.” Optimisme ini, ditambah karisma dan sejarahnya, menjadikan debut AK di PIK Course sebagai magnet tersendiri bagi fan golf Tanah Air.
Di sisi lain, Ollie Schniederjans, yang datang dengan bekal trofi juara di India setelah mengungguli Bryson DeChambeau, memilih untuk tampil low profile. “Saya mengalami sedikit kemunduran beberapa bulan setelah itu. Jadi, saya harus melakukan beberapa penyesuaian,” aku Ollie. Namun, ia tahu betul kapabilitasnya, “Saya tahu ketika saya menggabungkan apa yang saya mampu lakukan, saya bisa melakukannya.”

Tak kalah penting adalah kehadiran Scott Vincent dari Zimbabwe, juara International Series Morocco dan pemuncak kedua di International Series Ranking. Baginya, JAKIC 2025 adalah langkah vital untuk kembali ke LIV Golf. “Permainan golfku makin bagus dan solid. Jadi kita lihat saja di mana posisi kita minggu ini,” kata Vincent, menggarisbawahi semangat persaingan yang kian memanas.
Kekuatan turnamen ini semakin solid dengan kehadiran raksasa-raksasa Asian Tour. Sebut saja John Catlin, juara Order of Merit Asian Tour 2024; Richard Taehon Lee, juara Indonesian Masters 2024; hingga Kazuki Higa yang sedang panas dengan dua gelar back-to-back. Tak ketinggalan, Gaganjeet Bhullar membawa segudang pengalaman di Indonesia, termasuk satu gelar di PIK Course pada Indonesia Open 2013, membuktikan ia adalah ancaman serius.
Di tengah serbuan bintang internasional, harapan tuan rumah bertumpu pada 11 pegolf Indonesia terbaik, dengan Kevin Akbar sebagai salah satu tumpuan. Pegolf berusia 28 tahun ini datang dengan modal finis T7 di Indonesia Open, hasil terbaiknya di event Asian Tour. “Saya rasa jika saya menampilkan permainan golf terbaik saya, saya bisa bersaing dengan para pemain ini di lapangan,” tegas Kevin, yang didukung penuh oleh publik Indonesia.
JAKIC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang pembuktian bahwa semangat kompetitif untuk menjadi yang terbaik hidup di setiap ayunan stik. Bagi para bintang International Series, ini adalah gerbang menuju LIV Golf. Bagi Anthony Kim dan Ollie Schniederjans, ini adalah babak baru dalam karier mereka. Dan bagi Kevin Akbar serta wakil tuan rumah lainnya, ini adalah momen untuk menorehkan sejarah di rumah sendiri. Lapangan PIK telah siap, dan persaingan sengit tak terhindarkan.









Users Today : 1136
This Month : 14821
This Year : 100409
Total Users : 381408
Total views : 1078928
0 Comments