Kejuaraan golf 8th Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) 2025 siap digelar di Gunung Geulis Golf & Country Club, Bogor, pada 17–19 Juni mendatang.
Sebanyak 90 pegolf muda dari 17 provinsi bakal unjuk kemampuan dalam turnamen yang telah menjadi barometer pembinaan golf nasional ini.
“OJAO hadir bukan sekadar kompetisi, tapi sebagai wadah tumbuhnya talenta-talenta masa depan golf Indonesia,” kata Ketua Panitia OJAO 2025, Sirodzudin, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/6).
Dibuka pertama kali pada 2015, OJAO kini memasuki edisi kedelapan dan terus menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu ajang pembinaan terbaik di Tanah Air. Setiap Pengurus Provinsi PGI diberi kuota dua atlet putra dan dua atlet putri, menjadikan turnamen ini benar-benar representasi kekuatan nasional.
Di antara nama-nama peserta, hadir para atlet muda nasional berprestasi seperti Randy Arbenata Mohamad Bintang—juara nasional dua tahun berturut-turut—serta Rayhan Abdul Latief, Asa Najib, dan Amadeus Christian Susanto di sektor putra. Sementara dari sektor putri, persaingan akan diramaikan oleh nama-nama seperti Bianca Naomi Laksono, Gemilau Jaonne Kurnia, Rayi Geulis Zullandari, dan Sania Talita Wahyudi.
Bukan Sekadar Gelar Juara
Menurut Sirodzudin, yang juga menjabat Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, OJAO bukan sekadar ajang mengejar medali. “Ada atmosfer pembinaan, ada suasana kompetisi, tapi juga ada ruang silaturahmi. Inilah yang menjadikan OJAO selalu dinanti,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Olympic Golf Club, Suwandi Tasmadi. Ia menekankan bahwa OJAO menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan berjenjang dari amatir menuju profesional. Sejumlah alumni OJAO kini telah menjadi pegolf profesional, seperti Kevin Caesario Akbar, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, dan Kristina Natalia Yoko.
Dukungan Sponsor, Kunci Keberlanjutan
Meski terus bergulir, OJAO tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar bisa berlanjut dan berkembang. Suwandi berharap semakin banyak sponsor yang tergerak untuk ikut ambil bagian dalam mencetak sejarah dan masa depan golf Indonesia.
Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Dewan Pembina Olympic Golf Club AU Bintoro, Inisiator sekaligus Dewan Pembina Freddy Gondo Wibowo, pemilik Top Golf Premier Lucky Chan, serta Ketua Bidang Pertandingan OJAO 2025, Dian Mariyun.
Ajang OJAO bukan hanya soal siapa yang keluar sebagai pemenang. Ini tentang siapa yang siap naik kelas, siapa yang sedang ditempa, dan siapa yang kelak akan membawa bendera Merah Putih di kancah internasional.







Users Today : 179
This Month : 807
This Year : 22007
Total Users : 303006
Total views : 883117
0 Comments