Turnamen tahunan Heroes of The Green kembali digelar untuk memperingati hari jadi ke-29 Bukit Darmo Golf (BDG), Sabtu (25/11).
Acara yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Pahlawan dan Thanksgiving ini diikuti oleh 229 pegolf dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan format shotgun dua kali, turnamen dimulai sejak pukul 07.00 WIB di lapangan yang didesain oleh Jack Nicklaus Junior, salah satu desainer lapangan golf ternama dunia.
Peserta seperti Inggrid Windy, pegolf asal Makassar, mengaku antusias mengikuti turnamen ini.
“Turnamennya sangat menantang, terutama di hole 15 yang sempat bikin bola saya masuk ke bunker. Hole 7 juga cukup menyita waktu karena panjangnya,” ujar Inggrid, yang mulai menekuni golf saat pandemi Covid-19. Sebagai persiapan, ia sempat mencoba lapangan sehari sebelumnya untuk memahami karakteristiknya.
Lapangan Bukit Darmo Golf dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan bunker yang strategis dan jarak antar hole yang panjang.
Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pegolf, termasuk bagi mereka yang telah berulang kali mengikuti turnamen di tempat tersebut.
“Tahun lalu saya juga ikut turnamen ini. Tahun ini puas sekali karena cuacanya mendukung, tidak terlalu panas dan tidak hujan,” tambah Inggrid, pengusaha kelahiran Manado itu.
Asisten Direktur Bukit Darmo Golf Djoko Josef menyatakan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang BDG untuk mengembangkan olahraga golf di Indonesia.
“Kami ingin lahir banyak golfer berprestasi melalui turnamen ini. Selain itu, kami berkomitmen menjaga kualitas lapangan agar terus memenuhi standar internasional. Target kami, Bukit Darmo Golf bisa masuk ke dalam daftar top sixty lapangan golf terbaik di Asia,” ungkap Djoko.
Tidak hanya fokus pada pegolf profesional, Bukit Darmo Golf juga mulai melibatkan generasi muda.
Pada 2023, BDG bekerja sama dengan Bali International Golf (BIG) untuk membuka BIG Academy Golf. Program ini dirancang untuk mengenalkan dasar-dasar bermain golf kepada anak-anak.
“Kurikulum pendidikan di Indonesia belum mengenalkan olahraga golf secara formal. Melalui akademi ini, kami berharap anak-anak dapat menemukan bakat mereka di golf,” kata Djoko.
Dengan inisiatif ini, Bukit Darmo Golf berharap minat terhadap olahraga golf semakin meluas, tidak hanya di kalangan pebisnis, tetapi juga anak-anak muda di Jawa Timur dan seluruh Indonesia.










Users Today : 321
This Month : 26402
This Year : 81975
Total Users : 362974
Total views : 1042295
0 Comments