Semangat menghidupkan kembali tradisi turnamen golf di Pangkalpinang yang sempat berjaya pada era 1990-an mulai terlihat.
Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menggelar Golf Ceng Beng Cup 2026 yang diikuti sekitar 80 pegolf di Lapangan Golf Girimaya, Minggu (5/4).
Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari Festival Kampung Bintang yang menggabungkan olahraga dengan momentum budaya, khususnya tradisi Ceng Beng yang dijalankan masyarakat Tionghoa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan kegiatan olahraga yang mampu memperkuat nilai kebersamaan sekaligus mempererat toleransi antarwarga.
“Melalui Ceng Beng Cup ini, kita menyambut saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ritual Ceng Beng di Kota Pangkalpinang. Kita meriahkan dengan kegiatan positif, salah satunya melalui olahraga golf,” kata Saparudin.
Menurut dia, turnamen ini juga menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali event golf yang dahulu rutin digelar di kota tersebut. Ke depan, Pemerintah Kota Pangkalpinang bahkan berencana memasukkan turnamen ini dalam kalender event olahraga resmi, termasuk dalam agenda Persatuan Golf Indonesia (PGI).
Lebih dari sekadar kompetisi, keberlanjutan event menjadi perhatian utama. Pemerintah kota melihat potensi besar golf sebagai bagian dari pengembangan sport tourism yang dapat meningkatkan daya tarik Pangkalpinang sebagai destinasi wisata olahraga.
“Kita ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut. Tadi juga sudah kita komunikasikan, ke depan mungkin akan ada Kapolda Cup atau turnamen lainnya. Harapannya, olahraga bisa menjadi bagian dari promosi pariwisata kota,” ujarnya.
Pemilihan golf sebagai cabang olahraga yang diangkat dalam festival ini juga bukan tanpa alasan. Selain didukung fasilitas lapangan yang memadai, golf dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda karena memadukan olahraga dengan keindahan alam.
Dengan konsep olahraga luar ruang, para peserta tidak hanya bertanding, tetapi juga menikmati suasana khas Pangkalpinang yang dikenal dengan lanskap alamnya. Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkuat positioning kota tersebut dalam pengembangan wisata berbasis olahraga.
“Golf dimainkan di ruang terbuka, sehingga peserta bisa menikmati suasana alam Pangkalpinang. Bukan hanya pantai, tetapi juga keindahan lapangan golf yang menjadi daya tarik tersendiri,” kata Saparudin.
Melalui Golf Ceng Beng Cup 2026, Pangkalpinang tidak hanya mencoba membangkitkan kembali gairah turnamen golf lokal, tetapi juga membuka peluang menjadikan olahraga ini sebagai jembatan promosi pariwisata dan penguatan identitas kota melalui sport tourism.








Users Today : 380
This Month : 4983
This Year : 60556
Total Users : 341555
Total views : 997688
0 Comments