Harapan agar Jon Rahm kembali menjadi bagian dari tim Eropa di Ryder Cup kembali disuarakan Justin Rose. Pegolf Inggris itu secara terbuka mendorong Rahm untuk menyelesaikan persoalan dendanya dengan DP World Tour agar peluang tampil di edisi 2027 tetap terbuka.
Rose menyampaikan hal tersebut saat menghadiri konferensi pers di TPC Sawgrass, Amerika Serikat, menjelang The Players Championship, salah satu turnamen paling prestisius di kalender golf dunia.
Bagi Rose, kehadiran Rahm di Ryder Cup bukan sekadar soal kekuatan tim, tetapi juga tentang identitas kompetisi itu sendiri.
“Saya tentu ingin melihat Jon membayar dendanya dan kembali menjadi bagian dari Ryder Cup,” kata Rose.
Konflik Rahm dan DP World Tour masih berlanjut
Rahm saat ini masih berada dalam konflik dengan DP World Tour setelah menolak membayar denda akibat partisipasinya di LIV Golf tanpa izin rilis jadwal yang sesuai aturan tur. Total denda yang harus dibayarkan disebut mencapai sekitar 3 juta dolar AS.
Pegolf Spanyol itu juga menjadi satu-satunya pemain LIV Golf yang belum menerima kesepakatan damai yang ditawarkan DP World Tour.
Dalam kesepakatan tersebut, para pemain diminta:
- Membayar denda yang telah dijatuhkan
- Mencabut proses banding
- Bersedia mengikuti dua turnamen tambahan di luar kewajiban minimal empat turnamen untuk mempertahankan keanggotaan
Sejauh ini, delapan pemain LIV Golf, termasuk Tyrrell Hatton, telah menerima persyaratan tersebut sehingga tetap bisa berkompetisi di DP World Tour.
Menurut Rose, fakta bahwa sejumlah pemain bersedia menerima kesepakatan itu menunjukkan bahwa tuntutan tur masih dalam batas wajar.
“Kalau banyak pemain bisa menerima kesepakatan itu, berarti mungkin memang tidak seberat yang dibayangkan,” ujarnya.
Rose hormati pilihan Rahm ke LIV Golf
Meski berharap Rahm kembali, Rose tetap menghormati keputusan juara Masters 2023 itu bergabung dengan LIV Golf. Ia menilai Rahm tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu pegolf terbaik dunia.
“Bermain di LIV adalah keputusan yang dia ambil. Dia bermain bagus di sana, memenangkan turnamen, dan menghasilkan banyak uang. Tidak ada yang bisa meragukan pencapaiannya,” kata Rose.
Namun di sisi lain, Rose menegaskan Ryder Cup memiliki makna yang berbeda dibanding turnamen profesional biasa, bahkan melampaui aspek finansial.
Rahm kritik aturan tambahan
Sementara itu, Rahm sebelumnya menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan DP World Tour. Ia menilai kewajiban tambahan bagi pemain LIV sebagai bentuk pembatasan kebebasan pemain profesional.
“Saya tidak menyukai situasi ini. Seharusnya kami bisa bebas memilih di mana ingin bermain tanpa harus didikte,” kata Rahm dalam konferensi pers di Hong Kong awal Maret.
Pada September 2024, Rahm mengajukan banding terhadap sanksi tersebut melalui panel arbitrase olahraga di Inggris. Proses hukum itu masih berjalan hingga kini.
Banding tersebut sebelumnya memungkinkan Rahm tetap tampil di beberapa turnamen DP World Tour sehingga ia bisa memperkuat tim Eropa pada Ryder Cup 2025 di Bethpage Black, New York.
Masa depan Ryder Cup 2027 jadi taruhan
Namun jika banding Rahm akhirnya ditolak dan ia tetap tidak membayar denda, peluangnya tampil di Ryder Cup 2027 di Adare Manor, Irlandia, bisa tertutup.
Situasi ini membuat masa depan salah satu bintang terbesar golf Eropa di ajang beregu paling bergengsi itu menjadi tanda tanya.
Bagi Rose, solusi terbaik tetap sederhana: menyelesaikan konflik, memenuhi kewajiban, dan kembali ke panggung Ryder Cup.
Karena bagi banyak pegolf Eropa, Ryder Cup bukan sekadar turnamen — melainkan kehormatan.









Users Today : 363
This Month : 14025
This Year : 47754
Total Users : 328753
Total views : 965112
0 Comments