Dominasi Scottie Scheffler dan Jeeno Thitikul sepanjang musim 2025 kini mendapat pengakuan resmi. Asosiasi Penulis Golf Amerika (Golf Writers Association of America/GWAA) menobatkan keduanya sebagai Player of the Year 2025, sebuah penghargaan prestisius yang menegaskan status mereka sebagai tolok ukur permainan golf dunia.
Dalam pengumuman yang disampaikan Selasa (13/1), Scheffler mengumpulkan 62,7 persen suara, mengungguli Tommy Fleetwood dan Rory McIlroy. Di sektor putri, Thitikul tampil lebih dominan dengan 68,2 persen suara, meninggalkan Minjee Lee dan Miyu Yamashita.
Scheffler: Standar Baru di PGA TOUR
Musim 2025 menjadi etalase sempurna bagi Scottie Scheffler. Pegolf nomor satu dunia itu meraih enam kemenangan, termasuk dua gelar mayor—PGA Championship dan Open Championship—serta mencatat 17 finis Top 10 dari 20 turnamen, rekor terbaik di PGA TOUR.
Tak hanya produktif dalam kemenangan, Scheffler juga mendominasi secara statistik. Ia memimpin rata-rata skor PGA TOUR dengan selisih hampir satu pukulan dari para pesaingnya—jarak yang jarang terlihat di level elite.
Penghargaan ini menjadi yang ketiga bagi Scheffler, setelah sebelumnya meraihnya pada 2022, sekaligus menegaskan konsistensinya sebagai pemain paling stabil dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya merasa sangat terhormat bisa memenangkan penghargaan Player of the Year dari GWAA untuk ketiga kalinya,” kata Scheffler.
“Musim 2025 adalah tahun yang tidak akan pernah saya lupakan—dari memenangkan PGA Championship dan Open Championship hingga meraih kemenangan di turnamen kandang saya, THE CJ CUP Byron Nelson. Ini benar-benar tahun yang istimewa.”
Thitikul: Musim Sempurna Sang Ratu Baru LPGA
Jika Scheffler menjadi standar di golf pria, Jeeno Thitikul menjelma sebagai wajah dominan golf wanita dunia. Pegolf Thailand berusia 22 tahun itu menutup musim LPGA 2025 dengan cara spektakuler: mempertahankan gelar CME Group Tour Championship, turnamen penutup musim.
Sepanjang tahun, Thitikul meraih tiga kemenangan, memimpin daftar penghasilan LPGA, naik ke peringkat satu dunia, dan memecahkan rekor rata-rata skor musim LPGA dengan angka 68,681—terendah dalam sejarah tur.
“Penghargaan ini sangat berarti bagi saya,” ujar Thitikul.
“Saya berterima kasih kepada para penulis golf, serta kepada tim dan keluarga saya yang selalu percaya. Musim ini penuh tantangan dan benar-benar membentuk saya sebagai pemain dan pribadi.”
Di usia yang masih sangat muda, Thitikul tak hanya menang—ia menetapkan arah baru bagi LPGA.
Stewart Cink Kuasai Kategori Senior
Di kategori senior, Stewart Cink dinobatkan sebagai Senior Player of the Year 2025 setelah meraih 38,2 persen suara, mengungguli Steve Allan, Ángel Cabrera, Padraig Harrington, dan Miguel Ángel Jiménez.
Bagi Cink, penghargaan ini menjadi validasi atas transisinya yang mulus ke PGA TOUR Champions.
“Penghargaan ini sangat berarti karena dipilih oleh para jurnalis yang telah lama mengikuti olahraga ini,” kata Cink.
“Transisi ke PGA TOUR Champions menjadi pengalaman yang menyenangkan, dan saya sangat antusias untuk terus berkompetisi pada 2026 dan seterusnya.”
Malam Penghormatan di Augusta
Ketiga pemenang akan menerima penghargaan mereka secara resmi pada 8 April dalam 52nd Annual ISPS Handa GWAA Awards Dinner di Augusta, Georgia—malam yang secara tradisional menjadi pembuka emosional menjelang Masters Tournament.
Bagi Scheffler dan Thitikul, penghargaan ini bukan sekadar trofi tambahan. Ini adalah penegasan bahwa musim 2025 bukan hanya tentang menang, tetapi tentang menguasai permainan—dan menetapkan standar baru bagi generasi berikutnya.









Users Today : 205
This Month : 20930
This Year : 20930
Total Users : 301929
Total views : 878643
0 Comments