Ketika Brooks Koepka akhirnya menutup lembaran LIV Golf dan menimbang jalan pulang ke PGA Tour, satu nama langsung muncul di benaknya. Bukan komisaris tur. Bukan agen. Melainkan Tiger Woods.
Pegolf peraih lima gelar mayor itu mengungkapkan bahwa Woods adalah orang pertama yang ia hubungi begitu kontraknya dengan LIV Golf berakhir pada Desember lalu—sebuah momen simbolik dalam dinamika besar golf profesional yang kembali bergerak ke arah tradisi.
“Saya dilepas pada tanggal 23 Desember, dan setelah itu saya langsung menghubungi Tiger,” kata Koepka. “Dan dari situ semuanya mulai berjalan.”
Koepka meninggalkan LIV Golf meski masih menyisakan satu tahun kontrak. Kini, di usia 35 tahun, ia kembali ke PGA Tour melalui Program Anggota Kembali dan bersiap tampil di Farmers Insurance Open di Torrey Pines—turnamen yang juga menjadi panggung comeback emosional.
“Saya selalu punya hubungan yang baik dengan Tiger,” ujarnya. “Begitu ada kesempatan untuk kembali ke PGA Tour, dialah orang pertama yang terlintas di pikiran saya.”
Tiger, Figur Sentral di Era Transisi
Woods bukan sekadar legenda 15 gelar mayor. Ia kini menjabat sebagai Ketua Komite Kompetisi Masa Depan PGA Tour, figur kunci dalam arah dan kebijakan tur di era pasca-konflik dengan LIV Golf.
Koepka mengakui, pilihan menelepon Woods adalah keputusan paling alami.
“Saya tidak mengenal Brian Rolapp (komisioner PGA Tour yang baru), dia masih baru. Jay Monahan mungkin akan menjadi orang berikutnya yang saya hubungi,” kata Koepka. “Tapi Tiger adalah seseorang yang selalu saya andalkan untuk nasihat—tentang bagaimana menghadapi situasi seperti ini.”
Gugup, Tapi Siap Diterima Kembali
Meski telah memenangkan sembilan turnamen PGA Tour dan menjadi salah satu pegolf paling dominan dalam satu dekade terakhir, Koepka tak menutupi kegugupannya menjelang comeback.
“Mungkin saya sedikit gugup,” katanya. “Terutama soal bagaimana reaksi para penggemar.”
Ia berharap sambutan di Torrey Pines hangat—bukan hanya dari penonton, tetapi juga dari para pemain.
“Dari obrolan dengan para pemain, mereka senang saya kembali. Mereka senang melihat saya bermain lagi. Mudah-mudahan itu juga terasa dari para penggemar.”
Keluarga Jadi Alasan Utama
Koepka menegaskan keputusannya meninggalkan LIV Golf bukan didorong penyesalan, melainkan prioritas hidup. Kini menikah dan memiliki seorang putra kecil, ia ingin menata ulang keseimbangan antara karier dan keluarga.
“Saya tidak menyesali apa pun,” katanya. “Saya belajar banyak. Saya menikmati perjalanan ini, di mana pun saya berada.”
Namun, di balik semua itu, gairah kompetitif Koepka tak pernah padam.
Isyarat Retaknya LIV?
Rory McIlroy sebelumnya menyebut kembalinya Koepka sebagai sinyal bahwa LIV Golf mungkin mulai kehilangan daya tariknya. Namun, ia juga melihat faktor lain yang lebih mendasar.
“Brooks adalah sosok yang sangat kompetitif dan ingin berkompetisi di level tertinggi,” kata McIlroy. “Dan dia memutuskan bahwa level tertinggi itu adalah PGA Tour.”
McIlroy menambahkan, sejumlah pemain LIV Golf tampaknya mulai menyadari bahwa apa yang mereka harapkan dari kepindahan itu tidak sepenuhnya terpenuhi.
“Dan itu jelas merupakan hal yang baik untuk PGA Tour,” ujarnya.
Dalam dunia golf modern yang penuh tarik-ulur kepentingan, satu panggilan telepon dari Brooks Koepka kepada Tiger Woods terasa seperti simbol perubahan arah. Sebuah pengingat bahwa, bagi sebagian pegolf, rumah sejati tetap berada di PGA Tour.








Users Today : 507
This Month : 20531
This Year : 20531
Total Users : 301530
Total views : 877073
0 Comments