30/01/2026
by rudy iskandar

Gavin Green Dilarang Bertanding Tiga Bulan, Kasus Doping Guncang Golf Asia Tenggara

Pegolf Malaysia Gavin Green harus menepi dari kompetisi setelah European Tour Group menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama tiga bulan akibat pelanggaran kebijakan anti-doping. Keputusan yang diumumkan Selasa (27/1) itu langsung…...
"

Start reading

Pegolf Malaysia Gavin Green harus menepi dari kompetisi setelah European Tour Group menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama tiga bulan akibat pelanggaran kebijakan anti-doping.

Keputusan yang diumumkan Selasa (27/1) itu langsung menyita perhatian, mengingat Green merupakan salah satu figur paling berpengalaman dari Asia Tenggara di ajang DP World Tour.

Dalam pernyataan resminya, European Tour Group menyebut Green dinyatakan positif mengandung zat terlarang yang berasal dari suplemen herbal yang dikonsumsinya. Suplemen tersebut diketahui beredar luas di Asia dan digunakan sebagai bagian dari pengobatan terapeutik untuk kondisi medis tertentu, meski detail kondisi tersebut tidak dipublikasikan.

Namun, terlepas dari tujuan konsumsi, zat yang terkandung dalam suplemen tersebut tetap masuk dalam daftar terlarang berdasarkan regulasi anti-doping yang berlaku di bawah yurisdiksi tur.

Diskualifikasi Retrospektif

Tes doping dilakukan pada Agustus 2025, saat Green tampil di Danish Golf Championship, turnamen di mana ia finis di posisi T40. Akibat temuan tersebut, hasil Green di ajang itu dinyatakan didiskualifikasi secara retrospektif.

Larangan bertanding diberlakukan surut sejak 5 Desember 2025, yang berarti Green akan kembali memenuhi syarat untuk berkompetisi mulai 5 Maret 2026.

European Tour Group menegaskan bahwa Green bersikap kooperatif penuh sepanjang proses investigasi dan menerima sanksi tersebut tanpa mengajukan banding. Pihak tur juga menyatakan tidak akan memberikan komentar tambahan terkait kasus ini.

Catatan Karier yang Panjang

Bagi Gavin Green, kasus ini menjadi noda langka dalam perjalanan karier profesionalnya. Pegolf berusia 32 tahun itu telah berstatus profesional sejak 2015 dan dikenal sebagai salah satu produk terbaik golf Malaysia dalam satu dekade terakhir.

Meski belum mencatatkan kemenangan di DP World Tour, Green memiliki pencapaian bersejarah dengan menjadi pegolf Malaysia pertama yang menjuarai Order of Merit Asian Tour pada 2017—sebuah tonggak penting bagi golf negaranya.

Ia juga termasuk dalam kelompok elite pegolf dunia yang tampil di tiga Olimpiade sejak golf kembali dipertandingkan pada 2016. Green finis di peringkat 47 pada Olimpiade Rio 2016, T57 di Tokyo 2021, dan T33 di Paris 2024.

Sepanjang kariernya di DP World Tour, Green telah mengikuti lebih dari 220 turnamen dengan total pendapatan hadiah melampaui 4 juta dolar AS. Saat ini, ia menempati peringkat dunia ke-554.

Pengingat bagi Dunia Golf

Kasus Gavin Green kembali menegaskan realitas keras dalam olahraga profesional: ketidaksengajaan tidak menghapus tanggung jawab atlet. Suplemen—termasuk yang berbahan herbal dan dijual bebas—tetap berisiko jika tidak melalui pengecekan ketat terhadap regulasi anti-doping.

Bagi Green, sanksi ini mungkin hanya jeda singkat dalam kalender kompetisi. Namun bagi dunia golf Asia, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kehati-hatian di luar lapangan sama krusialnya dengan konsistensi pukulan di atas fairway.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pick your next post

Contact Us

Address : Jl. Media No.88 - Jakarta Barat - 18789 - INDONESIA
______________________________
Email : halo@golftimes.id
Office : 0812-3456-7890
Advertising Info : 0811-1967-688

Information

  • Redaksi
  • Karir
  • Media Partner
  • Info Iklan

Categories

News
Profile
Junior & Amatir
Video
Tips & Tricks

301891
Users Today : 167
This Month : 20892
This Year : 20892
Total Users : 301891
Total views : 878542