Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Angkatan 1985 sukses menyelenggarakan turnamen golf amal bertajuk Charity Golf Tournament FEUI 1985. Acara yang dihelat di Damai Indah – PIK Course pada 29/11 ini tidak hanya menjadi ajang reuni dan kebersamaan, tetapi juga momen penggalangan dana signifikan untuk kegiatan sosial, dengan total donasi mencapai Rp 225 juta.

Turnamen ini mendapat apresiasi penuh dari organisasi induk alumni. Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI), Ubaidillah Nugraha. Dalam sambutannya Ubaidillah mengajak alumni untuk tidak hanya mengenang masa lalu tetapi juga merancang masa depan.

“Nah ini adalah masa-masa kita mengingat kembali apa yang sudah kita lalui selama 40 tahun, yaitu cerita kita selama 40 tahun,” ujar Ubaidillah. “Dan titik ini adalah titik di mana kita sama-sama membuat cerita kita untuk ke depan… Kita bersyukur bisa merayakan 40 tahun persahabatan FEUI 85.”

Ubaidillah juga menegaskan bahwa turnamen amal ini sejalan dengan misi alumni: “Turnamen seperti ini tidak hanya menjadi sebuah perhelatan olahraga, tetapi juga membawa misi kebaikan untuk menggalang dana demi mendukung berbagai program sosial, khususnya di bidang pendidikan. Ini adalah sebuah langkah nyata yang mencerminkan dedikasi kita dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.”

Ketua Panitia, Bimosakti, dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 40 tahun kebersamaan Angkatan 1985 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Bimosakti menekankan bahwa inti dari kegiatan ini adalah semangat raising fund atau penggalangan dana untuk amal kegiatan sosial.
“Kita tidak sekedar membuat turnamen, tapi lebih ke raising fund untuk amal kegiatan sosial,” ujar Bimosakti. “Kali ini kita ambil temanya adalah lingkungan dan pendidikan.”

Total dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan dari turnamen ini mencapai Rp 225 juta. Dana tersebut didistribusikan kepada lima penerima manfaat, dengan fokus pada sektor yang telah ditentukan. “Total yang kami berikan adalah 225 juta, terbagi dalam lima penerima. Yang dua itu berkaitan dengan lingkungan hidup, yang dua lagi berkaitan dengan pendidikan, yang satu dana sosial untuk apapun yang kami berikan kepada Yayasan Salemba 84,” jelasnya lebih lanjut.
Bimosakti menambahkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan kelanjutan dari program-program yang telah mereka laksanakan sebelumnya, dan dana dari turnamen ini diharapkan dapat memperkuat dampak positif yang diberikan kepada masyarakat.

Meskipun merupakan inisiatif Angkatan ’85, animo peserta yang hadir menunjukkan dukungan luas dari berbagai kalangan. Bimosakti mencatat bahwa komposisi peserta turnamen cukup beragam.
“Peserta di luar itu (FEUI) banyak sekali… mungkin sekitar 40% yang dari lingkungan FEUI, sisanya dari luar.” ungkap Bimo, menunjukkan besarnya dukungan dari komunitas non-alumni.

Sementara turnamen amal berskala besar ini baru dilaksanakan sekali, Bimo mengungkapkan bahwa alumni FEUI ’85 aktif mengadakan kegiatan serupa dalam skala lebih kecil. “Setiap tahun kita bisa mengadakan tujuh kali turnamen internal diantara teman-teman FEUI ’85, alumni FEUI ’85, dan juga mengundang angkatan di atas dan di bawah sebagian,” katanya. Turnamen internal yang rutin ini menjadi landasan kuat bagi penyelenggaraan acara amal yang lebih ambisius kali ini.
Keputusan untuk membuat turnamen yang lebih besar ini didorong oleh niat mulia. “Kali ini kita punya niat untuk membuat yang lebih besar agar meriah dan tujuannya bukan cuma untuk warga FEUI 85 tapi juga memberikan bantuan pada masyarakat yang kekurangan,” kata Bimo, menegaskan kembali fokus sosial dari acara tersebut.

Menanggapi animo peserta yang tinggi, panitia mempertimbangkan untuk melanjutkan inisiatif ini di masa mendatang. “Nanti kami akan pikirkan lagi, sementara memang kami baru selesai dan ini insya Allah kita akan laksanakan lagi kalau ada kesempatan berikutnya,” tutup Bimosakti, memberikan harapan bahwa Charity Golf Tournament ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkontribusi signifikan pada masyarakat.

Menariknya, di tengah semangat amal, kompetisi golf tetap berjalan sengit. Pencapaian tertinggi dalam aspek permainan berhasil diraih oleh Sentot P, yang berhak menyandang gelar Best Gross Overall (BGO), menegaskan bahwa turnamen amal ini juga menjadi ajang serius bagi para pegolf.

Turnamen ini berhasil mengukuhkan semangat kebersamaan alumni FEUI 1985 sembari menjalankan peran sosial mereka dalam mendukung isu lingkungan dan pendidikan di Indonesia.










Users Today : 120
This Month : 18476
This Year : 132541
Total Users : 258191
Total views : 761466
0 Comments