Pegolf yang menjadi bintang sampul Majalah Golftimes kali ini adalah seseorang yang menjabat sebagai Ketua Umum Ceria Golf Club, Jawa Barat. Dengan postur tubuh bak pegolf Thailand, Kiradech Aphibarnrat yang tambun dan jalan santai, akan membuat pegolf lain sering terkecoh akan kepiawaiannya dalam bermain golf. Pemegang handicap 7 adalah langgangan gelar Best Gross Overall dengan skor terbaiknya 75 ini, memiliki nama lengkap adalah Donald Tumpal Andreas Simanjuntak, SE., MHum, lahir di Palembang, pas dihari dimana kita sering memperingatinya sebagai hari Ibu, 22 Desember.
Memulai berlatih golf sejak 1993, membuat namanya cukup dikenal dalam dunia pergolfan, dan karena kepiawaian dalam bermain golf, setia kawan dan selalu support teman-temannya, beliau didapuk oleh Don Papank dan juga pengurus Ceria Golf Pusat sebagai Ketua Umum Jabar secara aklamasi di tahun 2022.
“itu mungkin karena saya sering menjadi juara BGO saja di turnamen-turnamennya Ceria, sehingga Ketum Ceria Pusat mendapuk saya … hehehe,” Ujar lelaki yang memiliki nama panggilan Donald ini merendah.
SSTT... GOLF ITU TIDAK RIBET
Olahraga Golf, dewasa ini bermetafora dari olahraga permainan menjadi olahraga dengan skala industri yang sangat menggiurkan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pegolf profesional di dunia yang dijadikan brand ambasador berbagai macam merk, mulai dari apparel seperti sepatu, celana, ikat pinggang, glove, topi, hingga berbagai macam kecanggihan peralatan golf, semuanya untuk menyasar dan memikat para pegolf.
“Golf itu tidak ribet, kenapa begitu? Karena saya melihat banyak sekali golfer-golfer yang sepertinya mementingkan gengsi dalam bermain golf, mengutamakan penampilan bagaimana mereka ingin dilihat orang sebagai golfer, ” Ujar Donald menjelaskan maksudnya, lanjutnya, “padahal, kalau mau jadi golfer sejati itu harus bisa main bagus, yang mana tujuannya main bagus adalah tidak akan bisa kalah dengan mudah melawan siapapun yang mengajak kita golf, Saya juga sering mendengar teman-teman golfer sibuk berdiskusi, mengomentari stik golf yang bikin jauh, putter dengan teknologi canggih, atau mengomentari video swing temannya, padahal dia sendiri masih belum mahir bermain golf dan lain-lain, menurut saya, golf itu tidak seribet itu, cukup belajar dengan pro, lalu latih turun main dengan lawan pairing, sesederhana itu”.

NAIK JABATAN KARENA GOLF
Golf adalah segalanya bagi seorang Donald, karena Donald lebih sering mengecap manisnya kehidupan dari bermain golf, karena golf juga, Donald, yang pernah bermain dengan skor buruk 107 saat pertama kali turun, bisa naik jabatan dengan cepat.
“Kejadiannya saat saya masih bekerja di salah satu perusahaan minyak Indonesia, saat itu saya diajak GM untuk golf hari Sabtu pagi di Palm Hills, saat saya tiba di Palm Hills, ternyata pak GM juga diundang oleh dua orang Direktur, pada saat mau tee off saya bilang bahwa saya sudah nyaris lima tahun tidak main golf. Waktu itu saya berhasil bermain 43 dan 41, total main 84 dan yang terbaik dari berempat, dan pada hari seninnya, saya dipanggil GM, lalu dibilang saya diminta ikut Rapat Kerja di Bali oleh Direktur, lalu di Bali saya kembali diajak bermain golf berempat, disitu saya berhasil mencetak satu eagle dan main 81, ternyata skor ini cukup membuat Direktur dan GM terkejut. Saat di Jakarta, saya langsung diangkat jadi Asistant Manager Procurement dan golongan saya naik dua tingkat. Sejak itu, kalau ada acara golf, saya sering diajak main dan karena golf, saya di promosikan jadi Manager Procurement”.

DARI GOLF MENJADI BISNIS
Golf adalah satu-satunya olahraga yang memiliki banyak kesempatan untuk mengenal teman paring kita dengan lebih baik. Melalui golf, kita bisa mengenal banyak karakter seseorang, termasuk karakter yang kita inginkan untuk bekerja sama. Hal ini seringkali dialami oleh Donald, dari awalnya hanya sekedar bermain golf bersama, pada akhirnya seringkali menjadi teman bisnis ataupun klien.
“Kejadiannya terjadi tahun 2014 lalu, waktu saya ikut turnamen golf di Imperial Golf, Karawaci dengan system 36,”Kata Donald mengenang, lanjutnya “ Saya kebetulan satu flight dengan para pemilik handicap single, yang ternyata ketiga orang teman pairing saya tersebut adalah para pengusaha yang berdomisili di Lippo Karawaci.
Saat berada di teebox, salah satu golfer minta ada “perda”, dalam sembilan hole pertama saya bermain 38 dengan tiga kali Par, dua kali Berdie dan empat kali Bogey, kami lanjut di 9 hole kedua, nah … disanalah mulai terjadi percakapan yang intens, menanyakan pekerjaan, tempat kuliah dan lain lain, hingga akhirnya tukeran nomor handphone, sembilan hole kedua saya bermain 37 dan ternyata skor itu berhasil membawa saya naik panggung sebagai BGO dengan empat kali Berdie, dan dari main golf bersama tersebut, salah satu teman pairing saya merekrut saya menjadi Procurement Manager di perusahaannya dan saya setiap sabtu atau minggu siang selalu diajak main golf sama beliau… hehehe”.
Saat berada di teebox, salah satu golfer minta ada “perda”, dalam sembilan hole pertama saya bermain 38 dengan tiga kali Par, dua kali Berdie dan empat kali Bogey, kami lanjut di 9 hole kedua, nah … disanalah mulai terjadi percakapan yang intens, menanyakan pekerjaan, tempat kuliah dan lain lain, hingga akhirnya tukeran nomor handphone, sembilan hole kedua saya bermain 37 dan ternyata skor itu berhasil membawa saya naik panggung sebagai BGO dengan empat kali Berdie, dan dari main golf bersama tersebut, salah satu teman pairing saya merekrut saya menjadi Procurement Manager di perusahaannya dan saya setiap sabtu atau minggu siang selalu diajak main golf sama beliau… hehehe”.
“Yang ketiga, “Jelas Donald melanjutkan, ”sewaktu saya menjadi humas sebuah turnamen gof Unpar, salah satu peserta saat itu tidak mendapat teman pairing, karena dua kawannya batal ikut karena terkena Covid, lalu saya tawarkan diri menjadi teman pairingnya, yang ternyata beliau adalah seorang direktur sebuah Bank, jadilah kami bermain bersama di turnamen tersebut.
Beliau ternyata senang setelah main 18 hole di turnamen itu, lalu kami pun makan malam bersama sambil mendengarkan musik saat prize giving dan saya sering kali memperkenalkan beliau ke senior-senior alumni Unpar lainnya, besoknya, sekretarisnya beliau telpon saya dimana bapak katanya ngajak saya lunch di Enmaru Plaza Indonesia, saat makan siang itulah beliau membeli produk asuransi dan menjadi klien saya”.

KELUARGA GOLF DAN FALSAFAH HIDUP
Semuanya kembali kepada keluarga. Karakter seseorang pun dibangun, diawali dalam keluarga. Faktor pendidikan dalam keluarga amat dominan menentukan karakter dan sifat seseorang, pun demikian dengan halnya Donald yang ternyata berasal dari keluarga penyuka golf.
“Saya sangat terima kasih kepada orang tua saya yang telah mendidik saya seperti sekarang ini, merekalah yang membuat hidup saya bermakna, Papa-mama, kakak dan adik saya adalah golfer bahkan ipar saya juga golfer, jadi bisa dibilang saya memiliki keluarga penggila golf hehehe… dan seingat saya, belum pernah saya main golf sendirian, selalu ada minimal papa-mama atau adik atau ipar yang selalu menjadi teman pairing dalam bermain golf, bahkan adik papa dan adik mama juga golfer, jadi hampir semua anggota keluarga adalah golfer, kebayang kan serunya kalau sedang kumpul bersama, yang diobrolin pastinya tentang golf hahahaha….”

“Inilah yang membuat hidup saya, begitu tidak ngotot, ngoyo, rileks dan easy going saja dan hidup jadinya begitu bermakna buat saya, ”Ujar Donald, lanjutnya,” Istri saya juga sangat support saya dalam bermain golf, kecuali untuk tugas pelayanan Ibadah Gereja, istri saya suka kasih warning jangan sampai bentrok”.

“Falsafah saya itu pertama saya dapatkan dari alm. ayah, dimana beliau bilang ke saya “Don, kalau hidupmu orientasinya adalah uang, pasti akan cenderung tidak selamat”, beliau mengatakan itu pada saat saya dipromosikan dengan cepat menjadi Procurement Manager di perusahaan minyak Nasional, falsafah itu saya pegang kuat-kuat dan jalankan hingga sekarang.
Sementara falsafah yang kedua saya dapatkan dari pelatih golf saya, beliau bilang ke saya “Don, kalau main golf itu yang utama itu swing benar, swing benar pasti arah benar, arah benar, pasti “even/Par””, saat itu beliau kasih nasihat itu karena saya nanya “kapan saya diajarkan mukul jauh”, beliau bilang “kamu sih ga usah mukul jauh-jauh juga bisa main di Hcp single, saya percaya akan hal itu” sejak itu, falsafah hidup saya adalah kedua hal itu,”Ujar Donald menutup perbincangan ini dengan hangat. ***

Untuk isi artikel lebih lengkap bisa dilihat di tautan berikut GolfTimes E-Magz V14072023 Dan baca profile lainnya di tautan berikut https://golftimes.id/profile/
0 Comments