Perebutan gelar juara di Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 semakin memanas. Putaran ketiga yang digelar di Damai Indah Golf, BSD Course, Jumat (22/8), kembali menghadirkan kejutan di papan atas klasemen. Pegolf Inggris, Matt Killen, tampil fenomenal dengan 64 pukulan atau 8 under par, menggeser Marcus Lim dari puncak dan kini memimpin perburuan gelar.
Killen menunjukkan performa yang semakin membaik setiap harinya. Bermain di grup yang sama dengan para pemimpin klasemen, Marcus Lim dan Steve Lewton, ia tampil solid dan mencatatkan delapan birdie tanpa satu pun bogey. Di sembilan hole pertama, ia berhasil meraih birdie di hole 2, serta tiga birdie beruntun di hole 4, 5, dan 6. Momentumnya berlanjut di sembilan hole kedua dengan tambahan empat birdie di hole 12, 13, 16, dan 18.

“Rasanya menyenangkan karena Anda selalu berharap untuk tidak menuliskan bogey di kartu skor Anda,” kata Killen. “Saya juga beberapa kali berhasil menyelamatkan par, makanya sangat menyenangkan.”
Pengalaman Killen bermain di Damai Indah Golf, BSD Course sebelumnya menjadi modal berharga baginya. “Karena sudah beberapa kali bermain di sini, saya jadi tahu mesti mengarahkan bola ke mana,” jelasnya. “Belakangan ini saya juga bermain cukup baik, makanya saya rasa hasil terbaik tidak terlalu jauh, jadi kita lihat bagaimana besok.” Killen menambahkan bahwa ia akan fokus pada permainannya sendiri di putaran final, tanpa memedulikan skor para pesaingnya.

Lewton dan Pegolf Indonesia Memberi Perlawanan
Steve Lewton, yang memimpin di putaran pertama, tetap memberikan perlawanan sengit. Ia bermain impresif dan hanya terpaut dua pukulan dari Killen. Lewton mengawali putaran ketiga dengan dua birdie dan menambah satu birdie lagi di hole 6. Ia menutup sembilan hole pertama dengan eagle di hole 8, hanya terpaut satu pukulan dari Killen. Sayangnya, di sembilan hole kedua ia hanya mampu menambah dua birdie dan satu bogey.
Sementara itu, para pegolf Indonesia juga menunjukkan performa yang luar biasa. Salah satu yang paling menonjol adalah Peter Gunawan, yang berhasil mencatatkan 66 pukulan atau 6 under par. Seperti Killen, Peter juga bermain tanpa bogey dengan enam birdie, masing-masing tiga birdie di tiap babak.

Berkat penampilannya, Peter berhasil menembus 10 besar, menempati posisi T8 bersama tujuh pemain lainnya dengan total 204 pukulan atau 12 under par. Peter mengungkapkan bahwa ia sedikit mengubah strategi permainannya menjadi lebih konservatif dari tee.
“Saya banyak memainkan mini driver, dan pentingnya bermain dari fairway hari ini benar-benar terlihat,” jelasnya. “Kemarin saya memainkan driver sebanyak mungkin dan menyisakan jarak pukul dengan wedge, tapi memukul bola dari rough malah mempersulit perkiraan jarak ke hole. Hari ini sisa jarak pukul saya mungkin sedikit lebih jauh, tapi karena bisa memukul dari atas fairway saya jadi lebih mudah melakukan perkiraan sisa jarak pukul.”

Dua pegolf profesional tuan rumah lainnya, Naraajie Ramadhanputra dan Kevin C. Akbar, juga tampil solid dan berbagi posisi T36 bersama empat pemain lainnya dengan total 207 pukulan atau 9 under par.

Sayangnya, satu-satunya pegolf amatir yang lolos cut-off, Jonathan Hartono, mengalami hari yang sulit. Ia bermain 4 over par, menurunkan total skornya menjadi 1 under par. Meskipun demikian, Jonathan dipastikan akan menyabet gelar pemain amatir terbaik untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Dengan persaingan yang semakin ketat, putaran final besok dipastikan akan menjadi tontonan yang mendebarkan. Apakah Matt Killen mampu mempertahankan posisinya, atau akankah Steve Lewton dan para pegolf lain kembali merebut takhta?










Users Today : 7
This Month : 7115
This Year : 28315
Total Users : 309314
Total views : 906385
0 Comments